Monday, November 2, 2009

Tausiyah singkat pernikahan

Pagi tadi saya menghadiri acara resepsi pernikahan teman saya, pada sesi ceramah pernikahan, penceramah mengulas kisah manusia pertama, Nabi Adam ‘alaihi salam. Saya jadi ingin mengulasnya kembali dan sedikit berbagi pengetahuan dengan teman-teman, semoga bermamfaat, terlebih untuk diri saya sendiri.

Pernikahan adalah perintah ibadah syari’at yang paling pertama, setelah Adam diciptakan oleh Allah, ia tinggal disyurga, segala kenikmatan telah ada disana, namun ia merasa kesepian sendiri tanpa teman, suatu ketika ia melihat sepasang binatang disyurga yang sedang bercanda, sehingga hatinya semakin sangat merindukan pasangan.

Lalu Allah menciptakan seorang wanita, dalam suatu riwayat yang pernah saya baca, Adam memberikannya nama “Hawa” yang artinya “keinginan”, ketika Adam melihat Hawa untuk pertama kalinya, secara naluri timbulah birahinya, ia ingin memeluk dan menciumnya, namun Allah melarang Adam untuk menyentuhnya hingga Allah menikahkan mereka berdua.

Lalu mereka berdua hidup bahagia disyurga, namun satu hal, Allah melarang mereka untuk mendekati satu pohon. Kemudian datanglah Iblis membujuk Adam untuk memakan buah dari pohon itu, Iblis menjanjikan keabadian disyurga. Namun apa yang dilakukan Iblis itu sia-sia, Adam tidak terbesit sama sekali. Iblis tidak putus asa, lalu ia mendekati dan membujuk Hawa, dan usahanya berhasil, dan lalu Hawa membujuk Adam, dan akhirnya mereka berdua melanggar larangan Allah.

Setelah mereka memakan buah itu, tiba-tiba pakaian mereka lenyap. Seketika mereka berdua menyadari apa yang telah mereka lakukan, lalu mereka memohon ampun kepada Allah, dan Allah mengampuni mereka berdua.


Dari kisah singkat diatas, kita bisa mengambil hikmah:

Pertama, betapapun kita memiliki segalanya, maka kita tetaplah kesepian, kita selalu membutuhkan pasangan.

Kedua, tidak halal bagi seorang Laki-laki menyentuh seorang wanita hingga ia menikahinya, bukan karena Islam mengekang manusia dari kebutuhannya, namun dengan pernikahan kedua manusia yang berlainan jenis, diikat dengan komitmen dan tanggung jawab, yang menjadikan hak dan kewajiban diantara keduanya, maka menjadi halal apa yang sebelumnya haram.

Ketiga, wanita adalah salah satu kelemahan Laki-laki, betapun ia kuat, ia bisa ditaklukan oleh seorang wanita yang terkadang sebagian orang menyebutnya makhluk yang lemah. Untuk Suami, hendaknya membimbing isterinya agar tetap istiqamah, dengan cara yang baik, karena hati wanita itu cenderung lebih lemah. Dan untuk Isteri, janganlah menuntut, mendorong dan menjerumuskan suami untuk melakukan sesuatu hal yang haram demi keinginan. Tetaplah Istiqamah, dan yakinlah bahwa rizki telah ada ketetapannya dari Allah. Karena Iblis dan bala tentaranya, syetan dari kalangan jin dan manusia akan selalu berusaha menjerumuskan manusia untuk ingkar kepada Allah dengan janji-janji palsu.

Keempat, Maha suci Allah, Dzat Yang Maha Cerdas, yang telah menciptakan segala sesuatu dengan sempurna. Ia menciptakan Adam dengan sifat-sifat manusianya. Ketika ia merasa kesepian dan merindukan pasangan, Allah menciptakan pasangan untuknya. Ketika mereka berdua berbuat salah, Allah mengampuni mereka. Dan mereka berdua turun kedunia, bukan karena akibat dari kesalahan mereka, namun memang Allah sebelumnya menciptakan manusia untuk menjadi khalifah didunia. Segala sesuatu yang terjadi adalah karena kehendak Allah, dan segala sesuatu yang Allah kehendaki pasti akan terjadi.

Barakallahu fii kum

2 comments:

  1. top tausiyahnya... bakclink di islamictunes.net dan islamiktunes.blogspot.com

    ReplyDelete
  2. top tausiyahnya... bakclink di islamictunes.net dan islamiktunes.blogspot.com

    ReplyDelete