Suatu hari saya berkunjung melihat kebun karet milik saya disebuah desa yang sedang dilaksanakan pembangunan oleh pemerintah setempat. Sebagian masyarakat desa itu sangat beruntung karena lahan yang mereka miliki harga jualnya meningkat cukup drastis.
Lalu saya bertemu dengan seorang tua yang baru saja kaya karena menjual kebun karetnya.
"Wah, kakek sudah kaya ya sekarang" sapaku, ia hanya tertawa kecil, "Naik haji kek" lajutku
"nantilah, orang yang naik haji itu hati harus bersih" jawabnya, saya hanya tersenyum mendengar jawabannya seperti itu.
Dilain tempat dan waktu, saya pernah beberapa kali mengajak seseorang untuk shalat berjama'ah, menghadiri majelis ta'lim, silaturrahim dengan seorang ustadz, seseorang itu menolak dengan alasan yang maknanya tidak jauh dari kalimat "nantilah, kelakuanku masih belum baik". Saya juga pernah mendengar beberapa orang teman-teman saya berkumpul mencela seseorang yang sedang berangkat ke masjid untuk shalat, "ah, sok alim, shalat ke masjid, padahal masih gemar ... ". Pernah juga ada seorang wanita yang mengatakan kepada saya bahwa sebenarnya ia ingin berjilbab karena tahu hukumnya wajib, namun ia belum melaksanakannya dengan alasan ia khawatir jika perbuatannya sehari-hari tidak sesuai dengan jilbab yang ia kenakan.
Saya berfikir sejenak, mungkin benar, misalnya apa gunanya melaksanakan shalat jika masih melaksanakan maksiyat juga, bukankah lebih baik tidak usah shalat sekalian? Lalu kemudian saya berfikir kembali, siapa sih yang tidak pernah berbuat dosa selain Rasulullah Shalallahu 'alaih? Jawabannya tidak ada, ... eh ... ada, yaitu orang yang sudah mati, iya benar hanya orang yang sudah mati yang tidak akan pernah berbuat dosa lagi, he he he.
Tidak ada manusia benar-benar bersih hatinya, dan tidak ada manusia yang tidak pernah berbuat dosa, namun sebaik-baiknya mereka adalah yang senantiasa bertaubat, lalu berbuat dosa lagi, dan bertaubat lagi, lalu berbuat dosa lagi, dan bertaubat lagi, dan seterusnya.
Semoga bermamfaat, amiin!
No comments:
Post a Comment